Senin, 10 Agustus 2015
Kopi Subuh
Kopi subuh adalah bagian dari jalan cerita. Bukan cerita itu sendiri tentunya. Saya membuat laman ini disela menunggu jelaga senja datang. Kau tau, betapa rapuhnya saat menunggu, tanpa kafein yang kau teguk subuh hari. Rutinitas memaksa kita untuk bangun pagi, lalu mandi, gosok gigi, berparas sekadarnya, lalu tiba tiba kecemasan membuat kita terpaksa memburu waktu. Tak sempat makan, tak sempat bercengkrama, tak sempat ngopi. Karena itulah kopi subuh perlu disisipkan di kawat waktu sebelum rutinitas itu datang. Subuh adalah waktu paling cemerlang. Waktu dimana kekhawatiran belum kau rasakan. Alam sunyi, udara segar, suhu dingin mulai menghangat, dan masa ini adalah saat-saat mimpi sedang pada puncak episodenya. Karena itulah, kenapa kita selalu tak cukup tidur, atau mimpi tak pernah selesai, karena mimpi datang terlambat dan mulai tersaji saat kesadaran mulai menggeliat. Pada akhirnya mimpi, ilusi itu, hanya membuat kepala kita jadi berat dan tengkuk jadi kaku. Tidur, adalah dimana ketika kita mulai terlelap, sampai pada mulainya sebuah mimpi. Ya, selebihnya mimpi. Kita terombang ambing dalam episode cerita absurd, padahal diri kita sedang bergulat di alam pre-concious. Sepatutnya kita bijaksana, sedari mimpi dimulai, saat itulah kita harus bangun. Nikmati segarnya subuh hari, sembari ngopi....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar